Perjalanan yang di inginkan tenang, aman, dan damai akhirnya harus dirasakan dalam keadaan hati yang was-was, perasaan aneh antara takut dan tidak percaya, pikiran lain-lain berkecamuk mengisi relung-relung pikiran yang sudah di rasa sumpek tambah sumpek lagi dengan peristiwa itu... Dalam menunggu kereta di kirco sambil mendengarkan bapak-bapak bercerita tentang sebuah kejadian yang sudah terjadi di sebuah stasiun di jawa tengah membuat hati ku sedikit ciut dan hampir membuatku untuk menggagalkan perjalanan di hari itu, namun keinginan itu aku gagalkan karena sudah terlalu lama duduk disitu masa harus di gagalkan apalagi karcis sudah saya pegang, dengan keyakinan dan doa akhirnya saya putuskan untuk pulang juga walau apapun terjadi di tengah jalan nanti. Setelah menunggu cukup lama akhirnya jam 8 malam itu kereta yang akan berangkat menuju kediri pun datang dan tidak lama akhirnya meninggalkan stasiun Kirco.
Lama setelah perjalanan menuju tujuan, akhirnya kereta yang saya tumpangi harus menunggu lama di sebuah stasiun, dan saya rasa ini adalah suatu yang biasa karena ketika di stasiun memang satu kereta harus menunggu kereta yang lain lewat, namun pada malam itu suatu terjadi di luar apa yang pernah saya alami selama naik kereta, ini adalah suatu hal yang benar-benar lain yang aku rasakan karena tiba-tiba sebuah semua lampu yang menerangi lorong-lorong kereta di matikan, lampu-lampu yang menerangi sebuah stasiun kecil juga di matikan, dan orang-orang yang ada di bawah kereta berjalan di samping sambil mengatakan "mbak, mas, bu, pak tutup semua jendalanya" itulah yang aku dengar di sela-sela suasana yang hening dan terasa mencekam itu, dalam pikiranku siapakah yang akan lewat??? sehingga semua cahaya harus di matikan dan berubah menjadi sebuah tempat yang sepi seperti tanpa penghuni??? dan di tengah suasana yang hening ini saya pikir semua penumpang tentu memiliki perasaan yang berbeda-beda dalam otaknya. Namun pikiran ini segera terjawab ketika aku mengingat cerita bapak di stasiun Kirco tadi...dan tidak lama kemudian sebuah kereta pun lewat di samping rel tempat kami berhenti dan kereta itu melaju dengan cepat tanpa berhenti dan setelah kereta itu lewat tanpa sadar suara dalam kereta yang saya tumpangi itu tiba-tiba terdengar suara yang hampir bersamaan yaitu sebuah kata yang mengingatkan saya pada tahun 1945 dulu yaitu "Merdeka" dengan bersamaan nyalanya semua lampu-lampu penerangan. Dan para pembaca semua pasti bisa membayangkan seperti apa suasana malam itu sehingga serempak dalam kereta itu terdengar kata yang mengandung arti sebuah kebebasan.
Kembali kereta melanjutkan perjalanan dan suasana dalam kereta kembali berlangsung dengan biasa dan sudah terdengar orang-orang berbincang, penjual yang berlalu-lalang sambil menjajakan dagangannya, namun kejadian itu hanya berlangsung tidak lama karena kembali peristiwa pertama terjadi lagi kereta berhenti dan semua penerangan kembali di matikan suasana hening terjadi lagi dan kali ini cukup lama juga rasanya menunggu kereta yang mengangkut "orang-orang itu" melewati kereta kami dan karena merasa lelah dan capek tanpa sadar ternyata saya sudah pergi untuk membuat sebuah pulau diatas tempat duduk tersebut "tertidur" tanpa harus tahu lagi apakah yang terjadi setelah itu............(bersambung)
Posts filed under Kisah Pribadi
Gempa 6,7 SR terjadi di daerah Bima!!! itu lah pertama yang kulihat di emailku kiriman dari milisnya orang bima....Bencana itu datang lagi kali ini daerah kelahiran saya Bima/mbojo menerima lagi guncangan hebat dan lagi-lagi terjadi di tengah pulasnya orang-orang tidur...bencana ini datang lagi seperti yang pernah terjadi dulu...dan terjadi di tengah-tengah masyarakat Negara Indonesia, sudah banyak daerah-daerah di tanah air ini yang mengalami hal yang sama, masyarakatnya kehilangan harta benda, dan kehilangan sanak saudara, dan kehilangan orang-orang yang di cintai...pagi tadi Bumi "Maja Labu Dahu" kembali menangis dan kembali ketakutan, trauma pasti terjadi, tangis dan pilu kembali menyerta para keluarga dan sanak famili, begitu pun dengan hati ini, perasaan sedih ketika memikirkan keluargaku, kedua orang tuaku, kerabat dekatku, dan sanak saudaraku, ga bisa saya bayangkan bagaimana ketakutan dan ke kwatiran keponakan-keponakanku ketika tembok rumahnya di guncang dengan kekuatan yang besar sehingga tembok itu pun harus luluh dan rusak, Namun hati ini harus tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa yang terjadi kepada sanak famili ku, biarlah tembok-tembok itu di tempel lagi atau dibangun lagi....dan buat cina ro angi yang keluarganya juga terkena musibah semoga tetap tabah....dan tetap "Lembo Ade".
Hal ini saya pikir efektif dan baik menurut saya karena pertama kita sendiri yang buat blognya, kedua kita sendiri yang bayar internetnya, kita sendiri yang atur dan setting dan lain-lainnya. hal ini saya katakan efektif karena dari pada harus melakukan di tempat orang apalagi kalau hanya menitipkan ancor teks aja, pasti perasaan yang punya blog itu mangkel, dan marah2 apalagi kalau komentar itu langsung di hapus kasian de looooooooooooo.. dan itu yang saya lakukan sekarang ini capek sekali untuk sekedar menghapus komentar-komentar yang tidak bertanggung jawab tersebut dan keliatannya yang komentar tersebut hanya saat tertentu saja karena memang selama ini jarang komentar dan lagian blog saya itu ga pernah saya pakai untuk komentar di blog orang, mungkin hanya karena blogku itu PR 5 kali ya sehingga dia enak saja untuk menitipkan anchor 



Menjadi seorang nomaden memang ada kalanya senang dan ada kalanya sedih, berbagai rasa akan dirasakan...Pesta Demokrasi akan dihelat besok pagi namun bagi seorang ilegal yang entah berentah dari dunia mana ini tidak akan bisa ikut merasakan sebuah pesta dengan alasan tidak memiliki KTP = Kartu Tanda Penduduk (sebuah alasan klasik dari saya) dan walaupun memiliki KTP jika kita tidak ada ditempat kita ambil KTP sama saja tidak bisa merasakan pesta tersebut alias tidak bisa contreng. Hal ini lah yang dirasakan oleh dua orang yang kebetulan sama-sama ikut berjuang bersama dalam pestanya blogger melalui kontes seo dengan meneriakkan 
Duh Februari katanya bulan yang romantis dan penuh kasih sayang yang mungkin ini dirasakan oleh sebagian orang tapi tidak bagi kedua orang bego ini (Pencuri Bego dan Pencopet bego), February sungguh bulan yang naas bagi para punggawa Sicantik, kenapa tidak luka yang baru saja kemarin di hantam oleh paman google dengan Sistemnya melakukan 
